Oleh: keindahancinta | Desember 9, 2007

Akhirnya tercurahkan juga….

Sesuatu yg tak direncanakan ternyata bisa juga memberikan hasil. Walau tak seperti yg diharapkan.
Pagi itu semua cerita tentang beban, masalah yang kurasakan tentang diriku, kalian dan semua elemen itu mengalir dari mulutku seiring mengalirnya air mata yg telah susah payah berusaha kubendung. Terkadang senyumanku yg lebih menyerupai seringai menghias disela2 ceritaku, ya..seringai yg menertawai diriku sendiri.

Aku tidak ingin kalian melihatku hanya dari luar saja, ketegaran yg selalu kuperlihatkan terkadang hanyalah sebagai tameng dari kerapuhan yang menggerogoti.
Akhirnya kalian tahu apa dan bagaimana aku, walau belum sepenuhnya. Aku memang cukup mudah terpengaruh sekelilingku.
Saat aku jatuh, terbawa arus dan membutuhkan uluran tangan, merekalah yang datang padaku mengulurkan tanyannya! Aku mengabaikan mereka, aku berusaha mencari kalian, tapi kalian jauh disana. Aku berteriak! tak ada gemingan. Aku tak tahu apakah teriakanku kurang kuat atau angin membawanya kearah yg berbeda! atau kalian merasa aku mampu untuk melawan arus itu. Padahal aku sudah tdk kuat!! Saat arus semakin membawaku, kuputuskan meraih tangan mereka yg masih terus terulur..menungguku. Dan sampai saat ini terus mendampingiku.

Mereka bisa memperlakukanku sebagai manusia. Mereka paham aku juga bisa marah, benci, menangis, berbuat kesalahan. Mereka tidak pernah menuntutku menjadi orang suci tanpa boleh salah. Mereka tau kalau aku juga bisa terkena kotoran dan debu. Tp mereka tidak akan terus membiarkanku, mereka tetap mengingatkanku untuk tidak terlalu jauh…
Maaf aku belum bisa merasakan itu dari kalian, entah karena aku yg terlalu bodoh untuk memahami kalian akupun tak tahu.

Walau sudah sejauh ini masalah belumlah selesai. Kalian tidak ingin kumundur selangkah untuk memberi ruang bagiku memperbaikinya sendiri. Kalian tetap ingin aku manjalaninya bersamaan. Aku tidak bisa terima! tanpa sadar aku mengeluarkan penolakan dgn kata2 keras untuk orang2 seperti kalian. Aku tidak tau bagaimana perasaan kalian saat mendengarnya. Tapi aku juga tak sempat untuk memikirkannya. Tapi akhirnya aku hanya bisa tersenyum dna tertawa kecil untuk keputusan yg tetap sama. Tdk berubah! Itu semua hanya bisa diselesaikan oleh diriku sendiri dengan tetap pada posisi saat ini, begitu katanya.

Ntahlah
Aku gak janji
Kita lihat saja kelanjutannya nanti….


Tanggapan

  1. Sungguhkah…
    Bila rahang tlah letih berteriak dimanakah sahabat? Dimanakah janji2 untuk tetap mengayuh bersama tanpa lelah…..
    Benarkah….,
    Ketika tangis tak jua henti merintik alir.
    Ketika desah bimbang tak mampu meluruh sepi…
    Kamu, aku dan kita tetap sendiri…
    Mereka, yang engkau katakan…
    Mungkin meretak raga..
    Mungkin, maujudnya tenang dan legawa….

    AKu tak menyangkal menyadari dimana aku….
    Tak mampu jua kuraih tanganmu…
    Karna ada arus sendiri yang harus kuterjang..
    Maaf kan aku….
    Berusahalah,
    Biar kita yakin bahwa indah larik pelangi
    tetap menanti di ujung sana………


Beri tanggapan

Your response:

Kategori