Oleh: keindahancinta | Januari 29, 2008

Jiwa sang Penghibur?

Setiap mendengar lagu padi sang penghibur aku selalu teringat semua kejadian2 tentang kebodohanku begitulah aku terkadang menyebutnya. Tentang sikapku yg selalu hanya mau untuk menyenangkan seseorang, walau untuk menjalaninya kadang aku harus menjerit dan bahkan mungkin menyakiti orang lain. Tapi ketika itu telah terjadi aku selalu mengelak dengan mengatakan pada diriku aku hanya ingin membuat dia senang. Walau mungkin sikap tak menerima dalam hatiku pasti terpancar kepermukaan, tapi aku memang tak pernah mengatakan padanya, dan katanya dia bukan orang yg bisa ditegur dari isyarat. Memang sebenarnya akulah yg patut disalahkan untuk itu semua, bukan dia apalagi orang lain.
Manusia yg plin-plan dan terlalu penakut. Diriku….

Malam ini terulang lagi kejadian yang sama.
Suasana gak enak menyelimuti kami berdua, sampai membuat orang2 disekeliling kami pun tak nyaman. Aku kesal padanya kadang dia terlau egois(menurutku saat itu). tapi ntahlah, mungkin aku juga yang gak pernah bisa terus terang kepadanya. Gak bisa menolak permintaannya. Walau dengan sikapku ini kadang banyak membuat orang2 lain disekelilingku tersakiti.

Aku bingung, gak enak sama teman2 yg lain. Malam itu sebenarnya aku dah janji mau pergi habis maghrib dengan temanku. Tapi dia datang sebelum maghrib dan minta temani. Aku bilang habis maghrib nanggung. aku gak bilang kalo aku udah ada janji mau pergi sama temanku karena menurutku bisa barengan. Tapi semua diluar rencana. temanku ngajak teman kita yg lain. karena gak ada rencana sebelumnya kita harus nunggu lagi. dan temanku gak mau dia ngasih pilihan mau ikut dia dan jumpa didepan dengan yg lain atau aku mau nuggu temanku yg lain.
Aku bingung, tapi itulah aku tak pernah ada keberanian untuk menolaknya. aku ikut dengannya. walau hatiku jadi sakit, aku gak enak sama teman2 yg lain terutama yg tadi aku dah janji keluar bareng pertama kali.
Maafkan aku ya teman.
Aku memang selalu terjebak dalam situasi seperti ini.
Apa lagi jika berhubungan dengannya

Selalu begitu


Beri tanggapan

Your response:

Kategori