Sudah dua hari ini hujan lebat dan gerimis sepanjang hari mengguyur kota ini. Kota yg terkenal dengan gudegnya. Sudah dua hari ini pula aku berjalan ditengah2 air yg berlomba untuk turun itu. Tak ada niat untuk bergegas atau sekedar menghalangi darinya. Aku semakin memperlambat langkahku, menikmati setiap titik2nya yang mengenai wajahku. Nyaman, dingin, geli dan sedikit sakit bagai jarum2 akupuntur yg menusuk syaraf2 diwajahku.
Menikmati hujan, suatu yg sudah jarang kulakukan secara belakangan dia selalu datang disaat2 jadwal kuliah yang padat, walhasil rutukan yg lebih sering terdengar dari pada rasa syukur.
Tapi ditengah penat rasa dan hati ini titik2 itu terasa mengobati. Maaf ya Allah, maaf ya hujan atas rasa tak syukur seorang manusia hina ini.
Ati2 atit ya pinda.. Ntar kangmas paribanna jadi khawatir….hihihihii
Ujan sekarang uda banyak ujan asam, bukan air murni lagi….
Oleh: arya on Maret 10, 2008
at 6:59 am