Lopinda S S

Lopinda
Bukan suatu nama yg biasa didengar ditelinga. Sebuah nama yg kudapat dari hasil kreatifitas mamak ku.Nama yg terdiri dari 3 buah suku kata yg diambil dari potongan nama 3 orang yg berbeda, nama mamak, nenek dan kakekku.

Kalau ditanya maknanya aku sendiri gak tau, mamakku juga gak tau.
Tapi aku biasa mengartikannya dengan cinta yg indah atau keindahan cinta, seperti nama bolog ini.

Aku lahir sekitar 23 tahun yg lalu, dengan tanggal kelahiran yg sama dengan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara.
Akul lahir disebuah propinsi yg paling barat Indonesia, bersebelahan dengan propinsi serambi Makkah. Yap Medan, adalah kota kelahiranku….Aku punya seorang abang yg aku gak pernah sadar bahwa aku sangat mencintainya.

Perjalananku
Lahir di Medan. Menghabiskan masa kecil(slm 10 thn) di sebuah desa kecil, dengan mayoritas masyarakat karo “SiBiru-Biru”. Perubahan drastis darimasyarakat karo kemasyarakat jawa, sejak umur 11 tahun aku berdomisili di tembung, daerah perbatasan antara kota medan dengan kab. deli serdang. SMP ditembung. SMU, aku berhasil masuk SMU 2 Medan, tempatku menemukan jati diri yg sampai sekarang kupegang dan menemukan sahabat2 yg oks bgt.
Menghabiskan 3 tahunku di POLMED, dengan jurusan yg menjadi salah satu cita2 masa kecilku. Kini ku sedang berpetualang di pulau seberang, disebuah kota yg terkenal dengan jalan malioboronya, melanjutkan cita2 ku dan cita2 orang2 yg kucintai.

Sifatku
Gelar pendiam, tertutup, gak pernah senyum tapi feminin (aneh ya) pernah menjadi ikonku, tapi itu duluuuuu.
sekarang heboh, blak2an, kadang rada gila, tomboy, bahkan kadang dikira cowok, untungnya aku pake identitasku.hehehe
terlalu cepat dan terburu2 untuk mengambil keputusan sering kulakukan, tanpa pikir panjang, akibat belakangan. Kira2 begitulah.
Terlihat tegar adalah kondisi yg srg kutampilkan, padahal dalamnya rapuh…

Aku menyukai traveling, nonton film, pokoknya yg berbau tantangan, walau untuk itu aku biasanya nyari teman, jarang berani sendirian.

Aku takut kesendirian. Takut memulai. Takut pada ketidakmampuanku sendiri.

Tanggapan

  1. ingat kisah rantai gajah…

    cara menaklukkan gajah adalah dengan menembaknya pakai obat bius. Stelah itu ikat kakinya dengan rantai abesi.

    setelah siuman gajah akan berdiri dan akhirnya berusaha berlari.. tpi yang terjadi gajah akan terjatuh.. disaat itulah datang sang pawang memberikannya makan.

    ketika gajah kembali kuat dia akan bediri dan berusaha kembali untuk lari.. tapi lagi lagi di aakan terjatuh dan sang pawang datang mendekatinya dengan penuh sayang menawrkan memberikan makan untuknya…

    berulang2 hal itu terjadi hingga 2 minggu lamanya.

    Setelah waktu mencapai 2 minggu, rantai besi diganti dengan taliplastik.. yang lebih longgar dan elastis…

    tapi…
    tapi…

    si gajah telah berubah… dia tidak lagi mencoba untuk lari karena takut terjatuh seperti yang telah dia alami sebelumnya…

    di takl lagi berusaha mencari makan toh dalam ingatannya makanan yag ia butuhkan senantiasa tersedia untuknya…

    so.. fren… gajah telah hidup dalam pikirannya sendiri… fikirannya menutupi begitu besar potensi yang dimilikiny.. seakan akan mengatakan bahwa takdirku adalah seperti ini….

    berkaca dari kisah gajah dan rantai besi… hayo.. apa neh ibrohnya…

    try try..

    bayi gak akan bisa berjalan seandainya ia takut untuk mulai bejalan… biarlah takdir hanya Allah yang mengetahuinya… sedang dalam pikiran belajar menjadi maintreem gaya hidup kita.

    never ending for study…

    may Allah bless u


Beri tanggapan

Your response: