Suatu yg tak direncanakan ternyata bisa juga memberi hasil, walau tak terjawab sepenuhnya tapi mereka akhirnya tahu. Ada kelegaan tersendiri.
Pagi itu semua cerita, pengakuan, dan yg kurasakan pada diriku, mereka dan semuanya mengalir keluar dari mulutku seiring air mata yg ikut tumpah walau dengan susah payah berusaha kutahan. Terkadang tanpa sadar senyuman yg lebih mirip seringai menghiasi disela2 ceritaku. Ya seringai yg menertawai diriku sendiri.
Akhirnya mereka tahu walau tak semua. Kuingin, jangan melihatku dari luar. Ketegaran yg selalu terlihat terkadang hanyalah menjadi tameng dari kerapuhan yg menggrogoti.
Maaf saudara2 ku jika aku tak seperti yg kalian harapkan. Aku memang cukup mudah terpengaruh sekitarku. Tapi disaat aku terjatuh, terbawa arus dan membutuhkan tangan untuk berpegang, merekalah yg datang. Aku berusaha mengabaikan mereka, aku masih berusaha mencari kalian, tapi.. aku melihat kalian jauh disana, aku berteriak tapi kalian tak menoleh sedikitpun, aku tak tau apa teriakanku yg kurang kencang, atau angin membawa suaraku kearah yg berbeda. Atau kalian menganggap aku bisa berenang melawan arus itu. Padahal aku tak mampu.
Saat arus itu semakin ingin membawaku, akhirnya kuputuskan meraih tangan mereka yg masih terus terulur padaku, yg masih menunguku, tdk meninggalkanku.
Mereka bisa menerimaku sebagai manusia itu yg kurasakan. Mereka bisa memahami kalau aku bisa salah, bosan, marah, benci, dan mereka tidak menuntutku untuk selalu benar. Selalu seperti orang suci, mereka tau aku juga bisa menjadi kotor, terkena debu. Tapi mereka juga gak membiarkan aku untuk terus begitu, mereka juga mengingatkanku. Mengingatkan aku tak boleh terlalu jauh.
Tapi masalah ini belumlah selesai sampai disini. Aku tetap tak dibiarkan mundur selangkah untuk merenovasi diriku, aku harus menjalaninya bersamaan. Kata2 penolakan yg mungkin cukup keras untuk orang2 seperti kalian sempat terlontar, aku tak tau bagaimana perasaan kalian saat mendengarnya. Tapi aku juga tak sempat untuk memikirkan itu. Tapi bagaimanapun aku berkata keputusan tetap sama dan Aku hanya mampu tersenyum dan tertawa kecil dengan keputusan itu. Perubahan itu hanya bisa dari diriku itu katanya dan caranya tetaplah seperti sekarang dulu. Hahaha
Baiklah, tapi aku tak janji!
Kita lihat akan seperti apa hari selanjutnya….