Oleh: keindahancinta | Desember 9, 2007

Akhirnya tercurahkan juga….

Suatu yg tak direncanakan ternyata bisa juga memberi hasil, walau tak terjawab sepenuhnya tapi mereka akhirnya tahu. Ada kelegaan tersendiri.
Pagi itu semua cerita, pengakuan, dan yg kurasakan pada diriku, mereka dan semuanya mengalir keluar dari mulutku seiring air mata yg ikut tumpah walau dengan susah payah berusaha kutahan. Terkadang tanpa sadar senyuman yg lebih mirip seringai menghiasi disela2 ceritaku. Ya seringai yg menertawai diriku sendiri.

Akhirnya mereka tahu walau tak semua. Kuingin, jangan melihatku dari luar. Ketegaran yg selalu terlihat terkadang hanyalah menjadi tameng dari kerapuhan yg menggrogoti.
Maaf saudara2 ku jika aku tak seperti yg kalian harapkan. Aku memang cukup mudah terpengaruh sekitarku. Tapi disaat aku terjatuh, terbawa arus dan membutuhkan tangan untuk berpegang, merekalah yg datang. Aku berusaha mengabaikan mereka, aku masih berusaha mencari kalian, tapi.. aku melihat kalian jauh disana, aku berteriak tapi kalian tak menoleh sedikitpun, aku tak tau apa teriakanku yg kurang kencang, atau angin membawa suaraku kearah yg berbeda. Atau kalian menganggap aku bisa berenang melawan arus itu. Padahal aku tak mampu.
Saat arus itu semakin ingin membawaku, akhirnya kuputuskan meraih tangan mereka yg masih terus terulur padaku, yg masih menunguku, tdk meninggalkanku.

Mereka bisa menerimaku sebagai manusia itu yg kurasakan. Mereka bisa memahami kalau aku bisa salah, bosan, marah, benci, dan mereka tidak menuntutku untuk selalu benar. Selalu seperti orang suci, mereka tau aku juga bisa menjadi kotor, terkena debu. Tapi mereka juga gak membiarkan aku untuk terus begitu, mereka juga mengingatkanku. Mengingatkan aku tak boleh terlalu jauh.

Tapi masalah ini belumlah selesai sampai disini. Aku tetap tak dibiarkan mundur selangkah untuk merenovasi diriku, aku harus menjalaninya bersamaan. Kata2 penolakan yg mungkin cukup keras untuk orang2 seperti kalian sempat terlontar, aku tak tau bagaimana perasaan kalian saat mendengarnya. Tapi aku juga tak sempat untuk memikirkan itu. Tapi bagaimanapun aku berkata keputusan tetap sama dan Aku hanya mampu tersenyum dan tertawa kecil dengan keputusan itu. Perubahan itu hanya bisa dari diriku itu katanya dan caranya tetaplah seperti sekarang dulu. Hahaha
Baiklah, tapi aku tak janji!
Kita lihat akan seperti apa hari selanjutnya….

Oleh: keindahancinta | Desember 6, 2007

Awal Perjuangan TA

Senin pagi ampe siang, suatu perjalanan panjang untuk sebuah proyek pendukung TA. Jalan kaki selama 1,5 jam wuihhh luar biasa.
Panas, pegal tapi mau apalagi demi segepok data.
Ternyata memang tak semudah yg terduga, sampai dilokasi orang yg dicari tak juga ketemu.”Mbak, mas, datang lagi aja besok, bapaknya gak ada”
Boro-boro dapat data, kita pulang dengan tangan hampa.

Ternyata perjuangan tak sampai disitu, kali kedua kita kesana malam hari pula tapi tak dapat bertemu juga,”coba datangnya besok pagi aja, sekarang bapaknya ada tapi gak bisa diganggu ada pertemuan dengan pihak pertama”. Tak pelak hanya sekitar 5 menit kita harus sudah beranjak lagi.

Kali ketiga ternyata bukan suatu keberuntungan, ketemu sih sama bapaknya tapi ternyata kita gak bisa ngambil data di situ, harus ke pu dulu katanya. yah kecewa sih, tapi setidaknya sudah ada keputusan, so tau harus kemana dan bagaimana.

Perjalanan masih panjang…….
Ayoooo Semangatttt!!!! Kita Pasti Berhasil!!!….

*Thanks banget untuk temanku yg dah rela jalan kaki (padahal seumur2 di jogja baru kali ini ninggalin motornya) bareng aku, krn menghargai satu prinsipku.

Oleh: keindahancinta | November 23, 2007

Keadaan itu terulang lagi
rasa sesak yg menyakitkan. andai bisa hidup tanpa bernafas
kerinduan, kepedihan menyatu tanpa tau apa yg mendominasi
pertemuan dengannya membuatku sesak
ketidakpedulian yg kutunjukkan malah semakin membuat terlihat yg kurasa

dia memandangku, tapi aku gak berani menatap atau sekedar melihat matanya
aku takut dia bisa membaca apa yg kurasa
ternyata aku salah
sikap ku yg bgt malah membuat dia bisa menebak apa yg kurasa
tapi tetap keegoisan yg menang
aku gak mengakuinya
dan dia diam

Oleh: keindahancinta | November 23, 2007

“aku gak melihat kesedihan didirimu saat kepergiannya!”
aku aja yg kehilangan pacarku sedih banget, sampe semua bilang begitu. Walaupun aku gak nangis tapi mataku tetap terlihat kesedihan itu.”
Kata2nya membuatku seperti disudutkan
Apa iya sebegitunya aku. apa iya aku gembira melihat kepergiannya. GAk mungkin, aku gak seperti itu
NGGAAAKKK!!!!!!!

Aku gak terima kata2nya
tapi….
aku juga gak tau benar kah begitu
apa aku gak merasa sedih….
sebegitu egoiskah
aku benci mendengar dia mengatakan itu….
AKU GAK MAU DENGAR LAGI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Oleh: keindahancinta | September 22, 2007

Hari-hari Hampa

Malam ini kegelisahan kembali menghinggapiku. Gelap…. Hampa…. Buntu……

Berbagai rasa merasuki hatiq, bermacam fikiran menari2 dikepalaq, berputar2 membentuk segumpal benang kusut yg tak tau dimana ujungnya.

« Newer Posts

Kategori